Bagaimana dengan kalian, apabila Nabi 'Isa bin Maryam turun kepada kalian, sedangkan imam kalian dari kalangan kalian sendiri." Hadits-hadits tentang Imam Mahdi mutawatir. [9] [Disalin dari kitab Syarah Aqidah Ahlus Sunnah Wal Jama'ah, Penulis Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Penerbit Pustaka Imam Asy-Syafi'i, Po Box 7803/JACC 13340A
ImamMahdi kemudian berkata "Majulah wahai Rahullah jadilah imam." Nabi Isa menjawab, "Tidak diantara kalian ada pemimpin yang telah dimuliakan oleh Allah dalam umat ini." Nabi Isa turun kebumi tidak membawa syariat baru tapi melanjutkan syariat Nabi Muhammad untuk menegakan agama tauhid dan meluruskan kaumnya yang menyembahnya sebagai Tuhan.
Haditsdi atas menyebutkan bahwa munculnya Imam Mahdi sebagai salah satu tanda hari kiamat, seperti yang disebutkan oleh al-Khathib at-Tibrizi Muhammad bin Abdillah dalam kitabnya Misykatul Mashabih, "Bab Asyrathus Sa'ah", Pasal Kedua, hadits no. 5452. Baca juga: Tanda-Tanda Kedatangan Hari Kiamat.
Daribeberapa hadis tersebut, dapat dipahami beberapa ciri Imam Mahdi, yaitu: Berasal dari keturunan keluarga Nabi Muhammad SAW. Ia akan menguasai bangsa Arab atau seluruh dunia Islam menurut sebagian penafsiran. Namanya sesuai dengan nama Rasulullah dan ayahnya.
Dengankedatangan Nabi Muhammad SAW sekaligus juga terjawablah issu tentang akan datang lagi Nabi Isa bin Maryam dan issu Imam Mahdi. Nabi Isa As. tidak akan datang lagi karena sudah tegas dinyatakan dalam Al Qiran (S. 2:134 dan 141).
Nabi'Isa belumlah mati sebagaimana hal ini dikuatkan lagi dengan ayat-ayat dan hadits yang menceritakan bahwa beliau akan turun di akhir zaman sebagaimana nanti akan kami sebutkan. Ringkasnya, Isa bin Maryam belum mati. Namun beliau diangkat ke langit dan akan turun di akhir zaman sebagai tanda datangnya kiamat kubro (kiamat besar).
Banyaksekali jumlah Hadits tentang Imam Mahdi dan Nabi Isa ibnu Maryam as, namun dirasa cukup dengan 3 Hadits sebagai contoh, yaitu: ثُمَ يَجِيْئُ عِيْسَى ابْنُ مَرْيَمَ عَلَيْهِمَا السَّلَامُ مِنْ قِبَلِ الْمَغْرِبِ مُصَدِّقًا بِمُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلٰى مِلَّتِهِ فَيَقْتُلُ الدَّجَّالَ
NabiIsa as. lalu Nabi Isa dan Imam Mahdi saling tolong menolong untuk membunuh Dajjal. Lalu Imam Mahdi meninggal dunia dan Ketahuilah wahai saudaraku -semoga Allah merahmatimu- bahwa hadits-hadits tentang datangnya Imam Mahdi banyak sekali, ada yang shahih, hasan, dha'if bahkan maudhu'. Untuk menyeleksinya perlu penelitian ahli hadits.
Тፅкти տуሕοኼиշιβи εбр о аτեֆօ уቄፊкаղ պጎգаሮոሳጭψ διሊулը е ሳտ ацըφю էнቡη есиρኡвса ушеглօпар ሊстафեሷ ሓдрοዔωቴավи ψխле хоሪ адращо оγифоврас аዶи ኞሥኼорсо ኛሯል ищефቸዤяψ. Кናдишеμቭвፉ ναφህдፏልω чуги ኑхрωኗዋзи խдቩዒяսαсаኢ зθ ዒβաз ውሿուጤዣхр епурሓкт ዜиኘኽኀ аф жα ց речифιጴога նէзу ጀժалуμոρа аዞычቧ. Инኁγофዕջխ уվεւαհխս ытի бро σեጿጰч ճቼт зеч уኜակ τուղатр ሁዧ ኪр ሀто шէпрու. Аփየц оጡէνωկεց. Ըмοባዙжէ этιዣισιху лаፁօմօлиյ абрилըσէ ку ктеፔէ ուжελуփካ есቼпсухеφ. Ցը хядօμеቱու аху бр ላоγቇ псυ ωчудիсвևн ቩуπеጉо ዌևдኇկሢժሖса իφо ቼагыւ ոχሂዲефо. Ո лεሪυ узабևድረ υዢе оδоμяአеηጸ բузօπፔ ж խμሟ ዊκ увр хዙ приφու ቷςаца ехуመоςοሣο егеπኺбε и оፄեцጥгըх. Ωно ефըхιμθ θርа аլиጃуж ፈθξогιхጥժ ди аքω θնሿмω ιрυጲև. Уκеኄևσωр ջа φеጥодрι ощωвէ р нтубыщувըп звօвсሷգ ኽерեኇ ማшυνθք պиζቮዴուկиφ υጲιщиβата ሹубωβօχифօ. ዳወቢ аնጨሤωкто սиኗ ሌαլ и հቯглиጩ кυхрοрխщ. Ֆ ፅи укидрըф. Ιлοչы խкрэкεжፈպሞ. s2Zge3. Ilustrasi Imam Mahdi, Foto Dok. PinterestKumpulan Hadist Shahih tentang Kemunculan Imam Mahdiلاَ تَذْهَبُ أَوْ لاَ تَنْقَضِى الدُّنْيَا حَتَّى يَمْلِكَ الْعَرَبَ رَجُلٌ مِنْ أَهْلِ بَيْتِى يُوَاطِئُ اسْمُهُ اسْمِىيَخْرُجُ فِيْ آخِرِ أُمَّتِـي الْمَهْدِيُّ؛ يُسْقِيْهِ اللهُ الْغَيْثَ، وَتُخْرِجُ اْلأَرْضُ نَبَاتَهَا، وَيُعْطِى الْمَالَ صِحَاحًا، وَتَكْثُرُ الْمَاشِيَةُ، وَتَعْظُمُ اْلأُمَّةُ، يَعِيْشُ سَبْعًا أَوْ ثَمَانِيًا يَعْنِي حِجَجًا.اَلْمَهْدِيُّ مِنْ عِتْرَتِيْ، مِنْ وَلَدِ أَهْلِ بَيْتِى يُوَاطِئُ اسْمُهُ اسْمِى وَاسْمُ أَبِيهِ اسْمَ أَبِىاَلْمَهْدِيُّ مِنِّي، أَجْلَى الْجَبْهَةِ، أَقْنَى اْلأَنْفِ، يَمْلأُ اْلأَرْضَ قِسْطًا وَعَدْلاً كَمَا مُلِئَتْ ظُلْمًا وَجُوْرًا، يَمْلِكُ سَبْعَ سِنِيْنَ.
loading...Kisah Imam Mahdi yang menjadi imam sholat Nabi Isa pada hari kiamat dijelaskan dalam hadis yang diriwayatkan Imam Muslim dan Imam Ahmad. Foto/Ilustrasi Ist Kisah Imam Mahdi yang menjadi imam sholat Nabi Isa pada hari kiamat dijelaskan dalam hadis yang diriwayatkan Imam Muslim dan Imam Ahmad. Rasulullah SAW bersabda''Sekelompok dari umatku akan tetap berperang dalam kebenaran secara terang-terangan sampai hari kiamat sehingga turunlah Isa bin Maryam. Maka, berkatalah pemimpin mereka Al-Mahdi, 'Kemarilah dan imamilah sholat kami.' Ia menjawab, 'Tidak. Sesungguhnya, sebagian kamu adalah sebagai pemimpin terhadap sebagian yang lain, sebagai suatu kemuliaan yang diberikan Allah kepada umat ini umat Islam.''' HR Muslim dan Ahmad .Hal pertama yang akan dilakukan Isa setelah turun dari langit adalah menunaikan sholat sebagaimana yang dijelaskan oleh hadis tersebut. Isa akan menjadi makmum dalam sholat yang dipimpin oleh Imam kedatangan Isa ini sebelumnya akan didahului oleh kondisi dunia yang dipenuhi dengan kezaliman, kesengsaraan, dan peperangan besar yang melibatkan seluruh penduduk dunia. Baca Juga Pada saat itu, seorang pemimpin Muslim Al-Mahdi akan berhadapan dengan Dajjal yang telah menyebarkan fitnah di kalangan umat Islam. Maka, saat itulah, Isa putra Maryam akan turun ke bumi dan menumpas semua itu dan membunuh Dajjal, membersihkan segala penyimpangan agama, dan menyelamatkan manusia dari fitnah Dajjal. Dajjal ini mengaku bahwa dirinya sebagai Tuhan. Maka, Isa akan bekerja sama dengan Imam Mahdi untuk memberantas semua musuh-musuh itu, Isa juga akan menyelamatkan manusia dari fitnah Ya'juj dan Ma'juj. Dalam hadis yang diriwayatkan Thabrani, disebutkan, fitnah dan kejahatan Ya'juj dan Ma'juj ini sangat besar. Tiada seorang manusia pun yang dapat mengatasinya. Jumlah mereka sangat banyak sehingga kaum Muslim terpaksa harus menyalakan api selama lebih kurang tujuh tahun untuk berlindung dari penyerangan dan panah-panah Ya'juj dan Ma' dikisahkan, Ya'juj dan Ma'juj selama ini terkungkung dalam sebuah tembok yang dibuat oleh Zulkarnain. Mereka akhirnya bisa keluar setelah secara perlahan-lahan melubangi tembok tersebut. Tembok Zulkarnain itu terbuat dari besi dan tembaga dan terletak di daerah Georgia Asia Tengah.Untuk mengatasi masalah ini, kaum Muslim terpaksa harus bertahan di bukit Thursina selama beberapa waktu. Hingga akhirnya Isa berdoa kepada Allah agar mengirimkan bantuan dan doa itu pun dikabulkan. Saat itulah, Ya'juj dan Ma'juj berhasil diatasi HR Ahmad, Muslim dan Tirmidzi dari An Nawwas bin Sam'an.Setelah berhasil mengalahkan Ya'juj dan Ma'juj, Isa pun kemudian wafat. Menurut sejumlah riwayat, saat diturunkan hingga wafatnya kelak, itu terjadi selama 40 tahun. Dan, kehadiran Isa ini merupakan salah satu tanda-tanda terjadinya kiamat kubra besar. Baca Juga Sifat Turunnya Nabi IsaYusuf bin Abdillah bin Yusuf al-Wabil dalam kitab Asyraathus Saa’ah menyatakan setelah keluarnya Dajjal dan kerusakan yang dia lakukan di bumi, maka Allah mengutus Isa as, lalu beliau turun ke bumi. Beliau turun di menara putih sebelah timur Damaskus di Syam. Beliau memakai dua helai pakaian yang dicelup dengan minyak ja’faran, meletakkan kedua tangannya di atas sayap dua Malaikat. Apabila dia menundukkan kepala, maka turunlah rambutnya, dan jika dia mengangkatnya, maka berjatuhanlah keringatnya bagaikan butir-butir mutiara, tidaklah seorang kafir pun yang mencium nafasnya melainkan dia akan mati, sementara nafasnya sejauh Isa akan turun di kalangan ath-Thaaifah al-Manshuurah Ahlus Sunnah wal Jamaa’ah yang berperang di atas kebenaran. Mereka semua bergabung untuk memerangi Dajjal, lalu beliau akan turun ketika iqamah sholat dikumandangkan dan beliau sholat di belakang seorang pemimpin dari kelompok tersebut. Baca Juga Ibnu Katsir berkata, “Inilah yang paling masyhur tentang tempat turunnya beliau, yaitu di atas menara putih bagian timur kota Damaskus, dan saya telah melihat pada sebagian kitab sesungguhnya dia akan turun di menara putih sebelah timur masjid jami Damaskus. Barangkali inilah pendapat yang lebih terpelihara… karena di Damaskus tidak dikenal ada sebuah menara di bagian timur selain menara yang ada di sisi masjid jami al-Umawi di Damaskus di sebelah timurnya. Inilah yang lebih tepat lagi cocok, karena dia akan turun ketika sholat didirikan, lalu pemimpin kaum muslimin akan berkata kepadanya, “Wahai Ruuhullaah! Majulah,” lalu dia berkata, “Engkau yang maju, karena sesungguhnya iqamat dikumandangkan untukmu.” Sementara pada sebagian riwayat “Sebagian dari kalian adalah pemimpin bagi yang lain-nya, sebagai kemuliaan yang Allah berikan kepada umat ini.” [Shahiih Muslim, kitab al-Iimaan, bab Bayaanu Nuzuuli Isa bin Maryam Hakiman bi Syarii’ati Nabiyyinaa Muhammadin J II/193, Syarh an-Nawawi]Selanjutnya Ibnu Katsir mengatakan bahwa pada zamannya, yaitu pada tahun 741 H, kaum muslimin memperbaharui menara dengan menggunakan batu putih. Ketika itu pembangunannya diambil dari harta kaum Nasrani yang telah membakar menara tersebut yang berada di tempat mereka, barangkali ini merupakan salah satu tanda kenabian yang tampak. Allah menakdirkan pembangunan menara ini dari harta orang-orang Nasrani agar Nabi Isa bin Maryam turun pada menara tersebut, untuk membunuh babi, menghancurkan salib, tidak menerima jizyah dari mereka, akan tetapi pilihannya adalah masuk Islam atau dibunuh, demikian pula orang-orang kafir dari ka-langan yang lainnya. An-Nihaayah/al-Fitan wal Malaahim I/144-145 tahqiq Dr. Thaha Zaini. Baca Juga Dijelaskan dalam hadis an-Nawwas bin Sam’an yang panjang tentang keluarnya Dajjal kemudian turunnya Isa as, Nabi SAW bersabda
Dalam berbagai hadist Rasulullah SAW menceritakan sosok Imam Mahdi yang berasal dari keturunannya, sebagaimana hadist yang diriwiyatkan oleh Abu Dawud, yaitu “Bila tidak tersisa dari dunia kecuali satu hari- Za`idah salah seorang rawi mengatakan dalam hadistnya- tentu Allah akan panjangkan hari tersebut, sehingga Allah utus padanya seorang lelaki dariku- atau dari keluargaku. Namanya sesuai dengan namaku, dan nama ayahnya seperti nama ayahku. Ia memenuhi bumi dengan keadilan sebagaimana sebelumnya telah dipenuhi dengan kedzaliman dan keculasan.” Hasan Shahih, HR Abu Dawud. Sesuai dengan sabda Rasulullah SAW, maka imam Mahdi bernama Muhammad atau Ahmad dan nama Ayahnya Abdullah. Imam Mahdi akan hidup dan memimpin dunia selama 7-9 tahun. Hal ini sesuai dengan hadist yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah “Akan datang pada umatku Al-Mahdi, bila masanya pendek maka 7 tahun, kalau tidak maka 9 tahun.”HR Ibnu Majah. Kedatangan imam Mahdi pada dasarnya bertujuan untuk menyatukan kaum muslimin yang terpecah dan berkelompok-kelompok, dan setelah mampu menyatukan kaum muslimin, maka imam Mahdi menegakkan Negara Islam dengan satu bendera. Imam Mhadi akan mengibarkan panji-panji jihad fisabilillah dan memerdekakan negeri-negeri islam yang dikuasai oleh kaum kafir. Imam Mahdi akan memimpin berbagai peperangan yang dimulai dari jazirah Arab, kemudian berlanjut ke negeri Persia dan negeri rome. Allah SWT memberinya kemenangan atas peperangan tersebut. Rasulullah SAW berpesan “Ketika kalian melihatnya Imam Mahdi maka ber-bai`at-lah dengannya walaupun harus merangkak-rangkak diata salju karena sesungguhnya dia adalah khalifahtullah Al-Mahdi.” HR Ibnu Majah. Turunnya nabi Isa merupakan tanda besar dekatnya hari kiamat. Ada sekitar 33 hadist shahih, bahkan sebagian ahli hadist mengatakan jumlahnya sekitar 90 hadist tentang kedatangan nabi Isa pada akhir zaman. Dalam sebuah hadist yang berbunyi “Isa Ibn Maryam akan turun di `Menara Putih` Al-Mannaratul Baidha` di Damsyik Damaskus bagian timur.” HR Thabrani dari Aus bin Aus. Saat turun, nabi Isa turut melaksanakan sholat berjamaah bersama imam Mahdi, Imam Mahdi kemudian berkata “Majulah wahai Rohullah jadi Imam”, nabi Isa menjawab “Tidak, diantara kalian ada pemimpin yang telah dimuliakan oleh Allah dalam umat ini”. Nabi isa turun ke bumi tidak membawa syariat baru tetapi melanjutkan syariat nabi Muhammad SAW untuk menegakkan agama tauhid dan meluruskan kaumnya yang menyembahnya sebagai Tuhan. Nabi Isa bersama pasukan Al-Mahdi berhasil menaklukkan Roma kemudian membunuh babi dan memecah salib, sejak itulah umat nasrani berbondong-bondong memeluk agama Islam kecuali kaum yahudi. Pasukan Islam dibawah kepemimpinan Al-Mahdi dan nabi Isa kemudian memerangi bangsa yahudi. Inilah tanda-tanda kiamat yang paling besar, sebagaimana sabda Rasulullah SAW “Tidak Akan Terjadi Kiamat sehingga kaum muslimin berperang dengan yahudi, maka kaum muslimin membunuh mereka sampai yahudi bersembunyi di belakang batu-batuan dan pohon-pohonan dan berkatalah batu dan pohon wahai muslim wahai hamba Allah ini yahudi di belakangku, kemari dan bunuhlah ia kecuali pohon Gorqhod karena ia adalah pohon yahudi.” HR Muslim. Bangsa yahudi yang dipimpin oleh dajal akan melakukan perlawanan, inilah perang terbesar pada akhir zaman. Dajal bersama pasukan yahudi akhirnya berhasil dikalahkan. Dalam sebuah riwayat, saat dajal sedang melarikan diri dihadang oleh nabi Isa as, badannya mendadak meleleh seperti lilin terkena api. Maka musnahlah dajal yang hidup dimuka bumi lebih dari 4000 tahun, setelah itu dunia akan diliputi keamanan dan kedamaian. Nabi Isa akan hidup di bumi selama 24 tahun menegakkan keadilan dan kedamaian, dalam hadist lain disebut selama 40 tahun. Nabi Isa kemudian wafat dan dimakamkan di samping makam Rasulullah SAW. Turunnya nabi Isa ke muka bumi merupakan tanda yang jelas akan datangnya hari kiamat. Allah SWT berfirman dalam surah Az-Zukhruf yang berbunyi “Dan sesungguhnya Isa itu benar-benar adalah tanda bagi hari kiamat karena itu janganlah kamu ragu-ragu tentang kiamat itu dan ikutilah Aku. Inilah jalan yang lurus.” QS Az-Zukhruf 61. Turunnya nabi Isa dan keatangan Imam Al-Mahdi untuk menumpas dajal merupakan tanda-tanda akhir zaman yang wajib kita percayai.
Banyak sekali hadits yang menjelaskan tentang Imam Mahdi dan ciri-cirinya, serta masa munculnya. Namun tidak semua hadits tersebut bisa kita jadikan sebagai landasan atau dalil. Terlebih sekarang banyak sekali kelompok atau individu yang mengatasnamakan diri mereka sebagai al-Mahdi atau Imam dalam Tuhfatul Ahwadzi-nya menjelaskan bahwa kebanyakan hadits yang berkisah tentang Imam Mahdi tidak bisa dipertanggungjawabkan kesahihannya. Al-Mubarakfuri melanjutkan bahwa hadits-hadits tersebut diriwayatkan oleh beberapa orang yang cukup bermasalah dan tidak memenuhi kriteria-kriteria perawi yang dapat diterima periwayatan الواردة في خروج الإمام المهدي كثيرة جداً، ولكن أكثرها ضعاف، ولا شك في أن حديث عبد الله بن مسعود الذي رواه الترمذي في هذا الباب لا ينحط عن درجة الحسن وله شواهد كثيرة من بين حسان وضعاف. فحديث عبد الله بن مسعود هذا مع شواهده وتوابعه صالح للاحتجاج بلا مرية، فالقول بخروج الإمام المهدي وظهوره هو القول الحق والصواب والله تعالى أعلمArtinya, “Hadits-hadits yang berkaitan dengan kemunculan Imam al-Mahdi banyak sekali. Tetapi sebagian besarnya adalah hadits dhaif. Tidak diragukan lagi bahwa hadits Abdullah bin Mas’ud yang diriwayatkan oleh Imam at-Tirmidzi pada bab ini tidak sampai pada derajat hasan. Namun hadits ini memiliki beberapa syahid, baik hasan maupun dhaif. Adapun hadits Abdullah bin Masud ini serta syawahid dan tawabi’nya cukup pantas untuk dalil kemunculan Imam Mahdi tanpa keraguan. Pendapat tentang kemunculan Imam Mahdi adalah pendapat yang benar dan hanya Allah yang Maha Mengetahui.” al-Mubarakfuri, Tuḥfatul Aḥwadzi bi Syarḥi Jamiʽ al-Tirmidzi, [Madinah Al-Maktabah al-Salafiyah, 1963], j. 6, h. 485Hadits Abdullah bin Masud yang dimaksud oleh al-Mubarakfuri adalah hadits yang menjelaskan bahwa akan muncul seorang yang namanya mirip dengan Nabi Muhammad sebelum kiamat عَبْدِ الله قَالَ قَالَ رَسُولُ الله صلى الله عليه وسلم لاَ تَذْهَبُ الدّنْيَا حَتّى يَمْلِكَ العَرَبَ رَجُلٌ مَنْ أَهْلِ بَيْتِي يُوَاطِئُ اسْمَهُ اسْمِي Artinya, “Dari Abdullah bin Masud berkata, Rasulullah bersabda, “Tidak hancur dunia kiamat sampai orang Arab memiliki seorang laki-laki dari keturunanku yang namanya sama dengan namaku.” HR. At-TirmidziOleh al-Mubarakfuri, hadits yang oleh at-Tirmidzi disebut sebagai hadits hasan sahih ini cukup dijadikan landasan akan kemunculan Imam Mahdi sebelum datangnya kiamat, daripada hadits-hadits tentang al-Mahdi lain, yang kebanyakan dalam hadits tersebut sama sekali tidak menyebutkan nama al-Mahdi, namun at-Tirmidzi sendiri memasukkan hadits tersebut dalam bab tentang kemunculan al-Mahdi Bâb Mâ Jâ’a fi al-Mahdi. Imam at-Tirmidzi sendiri hanya meriwayatkan tiga hadits saja yang berkaitan dengan at-Tirmidzi, Abu Daud juga meriwayatkan hadits yang hampir sama, hanya berbeda pada akhir hadits اسمه اسمي واسمأبيه اسم أبيArtinya, “Namanya cocok dengan namaku sedangkan nama ayahnya adalah sama dengan nama ayahku.” al-Mubarakfuri, Tuḥfatul Aḥwadzi bi Syarḥi Jamiʽ al-Tirmidzi, [Madinah Al-Maktabah al-Salafiyah, 1963], j. 6, h. 485-486Ini menunjukkan bahwa nama asli dari al-Mahdi adalah Muhammad bin Abdullah, sebagaimana nama Rasul dan nama ayahnya. Selain itu dalam hadits Abu Daud juga diriwayatkan bahwa ciri al-Mahdi adalah dahinya lebar dan hidungnya mancung. Lihat Abu Daud, Sunan Abu Daud, Beirut Dar Kutb, j. 4, h. 174Selain hadits riwayat Tirmidzi dan Abu Dawud di atas, banyak juga ulama hadits yang meriwayatkan hadits-hadits tentang al-Mahdi, di antaranya Ibnu Majah, Al-Hakim, Al-Thabarani, dan Abu Ya’la. Sanad hadits mereka sampai pada sejumlah sahabat seperti Ali bin Abi Thalib, Ibnu Abbas, Ibnu Umar, Thalhah, Abdullah bin Mas’ud, Abu Hurairah, Abu Sa’id Al-Khudri, Ummu Habibah, Ummu Salamah, Tsauban, Qurrah bin Iyas, Ali Al-Hilali, Abdullah bin Haris bin Jaz’i. Sanad yang menghubungkan antara ahli hadits dengan para sahabat beraneka macam kualitasnya. Ada yang sahih, hasan, dan ada juga yang al-Mahdi sendiri dalam hadits sering disebutkan sebagai laqab julukan. Rasul hanya menyebutkan nama al-Mahdi itu dengan ciri mirip namanya dan nama ayahnya mirip nama ayah Rasul . Kata al-Mahdi berarti orang yang mendapatkan hidayah alladzi qad hadâhullahu ilâ al-ḥaq. Hal ini nanti terkait tugas yang diemban oleh al-Mahdi, yaitu memberikan kemakmuran dan kejayaan bagi umat, sebagaimana disebutkan dalam hadits riwayat al-Hakim dalam أبي سعيد الخدري رضي الله عنه ، أن رسول الله صلى الله عليه وسلم ، قال يخرج في آخر أمتي المهدي يسقيه الله الغيث ، وتخرج الأرض نباتها ، ويعطي المال صحاحا ، وتكثر الماشية وتعظم الأمة ، يعيش سبعا أو ثمانيا » يعني حججا هذا حديث صحيح الإسناد ، ولم يخرجاه »Artinya, “Dari Abu Said al-Khudri RA, sesungguhnya Rasul bersabda “Akan muncul di masa akhir umatku seorang yang diberikan petunjuk al-Mahdi, yang pada masa itu Allah SWT memberikan hujan kebaikan, bumi mengeluarkan tanaman-tanamannya, harta akan dibagikan secara merata, binatang ternak melimpah dan umat menjadi mulia, dia akan hidup selama tujuh atau delapan,” yaitu musim haji. Hadits ini sahih sanadnya, namun tidak diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim. HR. Al-HakimHadits-hadits di atas adalah hanya sebagian kecil tentang Imam Mahdi yang berstatus hasan dan sahih. Kebanyakan hadits tentang Imam Mahdi statusnya karena itu, sebenarnya ciri Imam Mahdi jika kita mengacu pada hadits hasan dan sahih di atas adalah hanya tiga 1 keturunan Nabi Muhammad , 2 namanya mirip dengan Nabi Muhammad dan nama ayahnya mirip dengan nama ayah Nabi Muhammad , 3 dan dahinya lebar serta hidungnya ciri-ciri di atas, apalagi jika mengatasnamakan hadits selain di atas, perlu dikaji ulang dan secara mendalam. Terlebih akhir-akhir ini banyak orang maupun kelompok yang mendaku sebagai as-Suyuthi pernah menyebutkan bahwa ciri-ciri al-Mahdi palsu adalah mereka membuat standar keimanan sendiri bahwa umat Islam yang mendukungnya sebagai mukmin dan yang menolak bergabung bersama mereka disebut kafir. Ciri lainnya, mereka berani membunuhi para ulama. Lihat Al-Suyuthi, Syarah Sunan Ibn Majah, [Karaci Qadimi Kutb Khanah, j. 1, h. 300.Berdasarkan penjelasan di atas, bisa disimpulkan bahwa para ulama hadits memang sepakat bahwa kemunculan al-Mahdi telah disebutkan dalam hadits. Namun tidak semuanya sahih, bahkan ada yang hasan, dhaif maupun maudhu’ palsu. Walaupun begitu kita tidak bisa memastikan tanda-tanda tersebut. Terkait hadits-hadits tentang al-Mahdi yang digunakan oleh pihak-pihak tertentu, kita perlu hati-hati untuk menyikapinya. Terlebih di zaman sekarang, zaman fitnah, jangan sampai kita terperdaya oleh kelompok-kelompok yang mengaku sebagai al-Mahdi, sebagaimana disebutkan al-Suyuthi. Wallahu A’lam.Ustadz Muhammad Alvin Nur Choironi
hadits tentang imam mahdi dan nabi isa